Sunday, March 26, 2023

7 Tips Menyukai Matematika & Sejarah Awal Mula Matematika

Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang pastinya sudah tidak asing lagi. Banyak orang beranggapan bahwa matematika adalah ilmu yang sulit. Padahal, jika benar-benar memahami rumusnya akan terasa lebih mudah. Tak jarang juga orang yang kurang menyukai matematika.

Matematika tidak bisa lepas dari praktik kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, suka atau tidak suka tetaplah harus mengetahui dasarnya. Lantas, bagaimana cara menyukai matematika agar tidak malas saat mempelajarinya? Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Pahami terlebih dahulu

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kamu harus memahami rumus matematika. Bukan hanya melihat, apalagi menghafal. Pahami semua rumus dan simbol sebaik mungkin. Jika kamu sudah paham, tentunya kamu akan mudah mengaplikasikan pada soal-soal yang ada.

Namun, jika kamu masih merasa kesulitan untuk memahaminya. Kamu juga bisa meminta bantuan guru. Jangan ragu untuk melontarkan pertanyaan segera setelah guru menjelaskan materinya. Akan lebih bagus lagi jika kamu memiliki tutor sendiri.

2. Latih dengan game puzzle

Ada salah satu game yang dapat meningkatkan kemampuan otak dan berpengaruh pada saat memahami pelajaran hitung menghitung, yaitu puzzle. Kamu bisa bermain game puzzle saat senggang. Game ini juga bermanfaat untuk melatih analisis kamu.

Selain game puzzle, kamu juga bisa bermain game sudoku. Game yang berbentuk angka ini juga bisa menarik kamu lebih menyukai matematika. Namun, kamu harus tetap membatasi durasi bermain agar tidak lupa waktu.

3. Belajar sambil mendengarkan musik

Jika kamu pusing melihat rumus matematika dan merasa sangat tegang saat mempelajarinya. Maka kamu bisa belajar sambil mendengarkan musik. Selain bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan otak untuk memahami dan mengingat materi. Musik juga terbukti membuat badan sedikit lebih rileks saat belajar matematika.

Sehingga kamu tidak akan merasa tertekan saat mempelajari rumus. Kamu juga lambat laun akan mulai menyukai matematika.

Meski demikian hal ini tidak bisa dijadikan acuan, kamu harus menyesuaikan gaya belajarmu. Jika kamu tipikal orang yang serius dan suka ketenangan. Maka jangan belajar sambil mendengarkan musik. Namun, jika kamu santai dan senang dengan musik. Kamu bisa menerapkan hal ini.

Pilihlah musik yang ringan di telinga, jangan yang penuh bass karena akan mengganggu konsentrasimu.

4. Belajar dari hal yang mudah terlebih dahulu

Saat kamu sudah suntuk dan bena-benar terhadap soal matematika yang sulit. Maka kamu bisa mengerjakan dari soal yang mudah terlebih dahulu. Kamu bisa memahami hal yang mudah. Baru beralih pada soal yang sulit menurutmu.

Mengerjakan soal yang mudah membantu membuat perasaanmu tidak tertekan dan tentunya tidak cepat bosan belajar matematika.

5. Belajar melalui video

Saat ini sudah banyak sekali konten tentang materi pelajaran, salah satunya matematika. Kamu bisa manfaatkan hal tersebut untuk menambah pengetahuanmu tentang matematika. Kamu bisa belajar dari konten media sosial, seperti Youtube, Instagram, TikTok, dan lain sebagainya.

Biasanya penjelasan yang panjang dan detail terdapat pada Youtube. Jadi, kamu bisa melihat melalui Youtube saja. Jika ada yang tidak dipahami, kamu bisa mencari tahu melalui Google.

6. Ubah cara pandang

Selain menerapkan tips di atas, ada salah satu hal yang tidak kalah penting, yaitu mengubah cara pandangmu. Meskipun kamu mengikuti semua tips tadi tapi mindset kamu tetap berpikir bahwa matematika itu sulit dan membosankan. Maka sampai kapan pun kamu tidak bisa menyukai matematika.

Cobalah ubah pola pikir dan katakan bahwa matematika itu mudah selama berusaha mempelajari. Kamu bisa belajar dari hal termudah hingga tersulit.

7. Diskusi bersama teman

Agar cara belajar tidak monoton itu-itu saja. Kamu bisa belajar bersama teman dan saling berdiskusi. Kamu bisa memecahkan soal sulit bersama dan berbagi pengetahuan terkait rumus dan cara dalam menghitung. Hal ini terbukti efektif dan akan membuatmu lebih bersemangat.

Nah, Selanjutnya kamu penasaran tidak dengan sejarah matematika? Serta siapa penemunya pertama kali? Simak jawabannya berikut ini.



Sejarah Matematika

Dilansir dari wikipedia bidang studi yang dikenal sebagai sejarah matematika mempelajari sejarah atau asal muasal matematika ditemukan. Sebelum zaman modern dan sains menyebar ke seluruh dunia, hanya ada beberapa contoh tertulis perkembangan matematika mulai muncul.

Adapun tulisan matematika paling kuno yang telah ditemukan adalah plimpton 322 (matematika babilonia sekitar 1900 SM), lembaran matematika Rhind (matematika Mesir sekitar 2000-1800 SM), dan lembaran matematika Moskwa (Matematika Mesir sekitar tahun 1890 SM).

Baca Juga : Era Revolusi Industri 4.0 pada Bidang Matematika

Semua temuan di atas dikenal sebagai teorema Pythagoras, yang merupakan pengembangan matematika tertua yang berkembang dan tersebar luas sebagai aritmatika dasar dan geometri. Kemudian sumbangan matematikawan yunani memurnikan metode dengan cara pengenalan penalaran deduktif dan kekakuan matematika di dalam pembuktian matematika.

Sedangkan bagi kamu yang bertanya-tanya, kenapa muncul nama “matematika” ialah kata yang diturunkan dari Yunani Kuno “mathema” yang memiliki arti “mata pelajaran”. Pada awalnya matematika Cina yang memberikan kontribusi, termasuk notasi skala. Notasi Hindu-Arab dan perhitungan operasionalnya saat ini digunakan kemungkinan dikembangkan melalui kuliah matematika India pada milenium pertama dan diturunkan ke Barat melalui matematika Islam.

Luasnya matematika saat ini berawal dari pengembangan matematika islam. Banyak teks Yunani dan Arab tentang matematika kemudian diterjemahkan pada bahasa Latin yang mengarah lebih lanjut pada matematika Eropa abad pertengahan.

Kreativitas matematika dari zaman kuno hingga abad pertengahan seringkali stagnan selama berabad-abad. Mulai dari Renaissance Italia abad ke-16. Matematika baru berkembang dan menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan hingga saat ini.

Matematika pada Prasejarah

Awal mula muncul matematika adalah dari berpikir tentang bilangan dan besaran. Penelitian modern tentang fosil juga menunjukkan bahwa gagasan ini tidak hanya dimiliki manusia. Gagasan bahwa angka berevolusi dari waktu ke waktu dengan bukti bahwa perbedaan antara “1” dan “2” dan banyak dipertahankan, namun angka lebih dari “2” tidak.

Pada tahun 35.000 SM tulang lebombo ditemukan di pegunungan Lebombo, Swaziland. Tulang ini terdapat 29 takik berbeda yang sengaja diukir pada fibula babon. Hal ini menjadi bukti bahwa wanita menghitung lebih awal ketika mereka mengingat siklus menstruasi mereka. Penemuan ini menjadi objek dari matematika tertua.

Baca Juga : Mengenal Seluk Beluk Matematika Modern yang Tak Banyak Orang Tahu

Matematika Kuno

pada matematika kuno terdapat 2 bagian, yaitu:

1. Matematika Mesopotamia

Maksud dari matematika mesopotamia karena dikembangkan oleh mesopotamia (saat ini disebut Irak) dari awal Sumeria hingga awal peradaban Helenis. Disebut matematika Babilonia karena Babilonia menjadi pusat tempat penelitian.

Selanjutnya pada peradaban Helenestik, matematika Babilonia menggabungkan antara matematika Yunani dan Mesir untuk menciptakan matematika Yunani.

2. Matematika Mesir

Matematika mesri artinya matematika yang ditulis dalam bahasa Mesir. Namun, Mesir telah digantikan bahasa tertulis Mesir sejak peradaban Helenestik. Pada sejak saat ini juga matematika Mesir sudah bergabung dengan Babilonia dan Yunani. Tentunya mengarah pada matematika Helenestik.

Demikianlah beberapa tips menyukai matematika beserta sejarah terkait awal mula ditemukannya matematika. Semoga bermanfaat!

Wednesday, February 22, 2023

Mengenal Seluk Beluk Matematika Modern yang Tak Banyak Orang Tahu

Mungkin bagi sebagian besar orang belum banyak banyak yang tahu, bahwa ternyata materi pembelajaran Matematika sendiri saat ini sudah mengalami banyak sekali perkembangan yang begitu pesat. Dimana, saat ini ada yang namanya materi pembelajaran Matematika modern yang sudah banyak ditemukan di berbagai sekolah – sekolah di Indonesia. Namun tahukah Anda apa sebenarnya Matematika modern dan apakah perbedaannya dengan Matematika tradisional? Bagi Anda yang mungkin penasaran akan materi pembelajaran hitung – hitungan satu ini, Sehingga tulisan ini bertujuan untuk mengetahui informasi penting seputar apa itu matematika modern dan berbagai perbedaannya dengan matematika tradisional yang tidak banyak diketahui orang – orang.

Apa yang dimaksud dengan Matematika modern?

Belakangan ini, materi pembelajaran hitung – hitungan tengah viral dan menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan masyarakat, khususnya bagi orang – orang yang terjun langsung di bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan, muncul yang namanya Matematika modern atau dikenal dengan nama New Math yang membuat banyak orang bertanya – tanya mengenai apa sebenarnya materi hitung – hitungan modern tersebut. Jika ditelusuri lebih lanjut, Matematika modern merupakan suatu proses peralihan dari Matematika tradisional menjadi materi pembelajaran yang lebih modern dengan diadakannya revolusi pendidikan, salah satunya dengan adanya perbaikan kurikulum Matematika.

 


Di berbagai tingkat pendidikan maupun vokasi, kurikulum Matematika modern ini memasukkan yang namanya teori bilangan, metode numerik, matematika modeling dan statistika dilengkapi dengan penemuan komputer dengan tujuan untuk mempermudah perhitungan dan pembuatan simulasi – simulasi dari setiap permasalahannya. Beberapa ciri dari adanya materi pembelajaran Matematika modern antara lain yakni sebagai berikut :

· Pembelajaran ini memuat materi baru yang sebelumnya tidak terdapat pada materi Matematika tradisional.

· Proses pendekatan materi Matematika modern menggunakan cara deduktif yang digunakan pada materi geometri, aritmatika dan juga aljabar.

· Materi pembelajaran Matematika modern lebih menekankan kepada pengertian dan menggunakan metode penemuan.

·   Pada materi pembelajaran Matematika modern biasanya menggunakan bahasa yang lebih ditepatkan agar lebih dipahami oleh para peserta didik.

·   Matematika modern umumnya lebih menekankan pada struktur aljabar yang memuat sifat komutatif, asosiatif, unsur satuan dan berbagai hal penting lain di dalamnya.

Perbedaan antara Matematika modern vs tradisional

Apabila tadi kita sudah membahas sekilas seputar pengertian dan juga ciri – ciri dari materi pembelajaran hitung – hitungan modern, maka kini saatnya kita mengulas terkait perbedaannya dengan Matematika tradisional. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan Matematika modern dan tradisional, Anda bisa melihat informasinya di bawah ini.

1.  Matematika modern

Pada materi pembelajaran Matematika modern yang sedang viral dibicarakan biasa memuat beberapa hal seperti berikut :

·  Biasanya sudah menggunakan adanya teori himpunan yang sangat luas

· Materi pembelajaran hitung – hitungan modern ini biasanya lebih fokus pada prinsip – prinsip Matematika dibandingkan dengan manipulasi berat dan sering kali menggunakan trik seperti halnya simetri, identitas aljabar dan lain – lain.

·  Penggunaan materi pembelajaran ini biasanya akan dimulai dengan aksioma.

Baca Juga : Mengenal Seluk Beluk Matematika Modern yang Tak Banyak Orang Tahu

2.  Matematika tradisional

Sementara itu, pada Matematika tradisional yang digunakan pada jenjang pendidikan sampai ke tingkat vokasi yakni memuat hal – hal berikut ini.

·  Lebih melibatkan pada manipulasi yang lebih berat, masalah aljabar dan juga kalkulus.

·  Biasanya akan memulai dengan adanya aksioma.

· Di dalam materi pembelajaran tradisional ini biasanya akan menggunakan beberapa aturan logika.

·  Umumnya akan membuat dugaan.

·  Biasanya akan lebih banyak bekerja dan ubah dugaan di dalam teorema.

Nah, itulah tadi informasi penting yang bisa Anda ketahui dan pahami seputar materi pembelajaran Matematika modern dan beberapa perbedaannya dari materi hitung – hitungan tradisional.

Monday, January 16, 2023

Integrasi Pembelajaran Matematika Problem Based Learning dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah telah membangun dan mengembangkan program Pengembangan infrastruktur Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mengkoneksikan secara online sekolah, dinas, dan perguruan tinggi diseluruh Indonesia. Sehingga dalam proses penelusuran data dan monitoring dinas terkait dapat berjalan dengan baik, dan proses kebiajakan juga cepat terlaksana. Begitu juga dalam proses pembelajaran yang digunakan pada level pendidikan dasar sampai perguruan tinggi sangat relevan dengan pembelajaran yang harus selalu ada inovasi dalam prosesnya sangat relevan dengan menggunakan TIK (Fitriyadi, 2012). Sehingga di harapkan proses pembelajaran menyenangkan dan tidak membosankan serta dapat memacu prestasi mahasiswa.


Berdasarkan observasi awal terhadap mahasiswa prodi DIII Teknik Mesin Khususnya matakuliah Matematika Terapan 2 terlihat dari nilai ujian masih rendah, sehingga menjadi masalah yang harus segera di selesaikan dengan memadukan Metode Pembelajaran pembelajaran dan IPTEK khususnya aplikasi TIK yang sudah menjadi solusi untuk memaksimalkan proses dan hasil pembelajaran pada perkuliahan matematika.
PBL sebagai Metode Pembelajaran pembelajaran memiliki perbedaan dengan Metode Pembelajaran lainnya ini terlihat dari proses pembelajarannya, yang selalu di awali dan fokus pada masalah. Pada proses pembelajaran aktif dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 orang dan merefleksi apa yang mereka pahami terkait dengan materi yang diberikan (Masitoh & Fitriyani, 2018). Adapun penelitian sebelumnya yang telah menggunakan PBL sebagai metode pembelajaran diantaranya PBL mempengaruhi; minat belajar dan pemahaman, berpikir kritis, komunikasi matematis dan pemecahan masalah, serta Self Eficacy (Muhson, A., 2009; Wulandari, N. and Damris, M., 2011; Fatimah, F., 2012; Sariningsih, R. and Purwasih, R., 2017. Pembaharuan dalam penelitian ini adalah memadukan antara Pembelajaran yang berbasis TIK merupakan sebuah proses pembelajaran yang dalam prosesnya melibatkan TIK sebagai sarana dalam mencapai tujuan proses perkuliahan khusus. Dan penelitian sebelumnya yang telah menggunakan media TIK dalam pembelajaran diantaranya TIK dapat meningkatkan; hasil pendidikan jarak jauh, pemahaman, kualitas pembelajaran (Hardhono, A.P., 2002; Nuraeni, N., Fitrajaya, A. and Setiawan, W., 2010; Ismaniati, C., 2010).
TIK sendiri tidak hanya segala hal yang terkait dengan komputer dan internet melainkan media dan komunikasi lain video radio kaset audio yang berbasis dan terintegrasi (Akhmadi & Qurohman, 2018). Sehingga terlihat TIK pada beberapa metode pembelajaran ,strategi pembelajaran yang dibuat oleh dosen sangat diperlukan (Nasir & Hasmar, 2018). Dan sumber belajar dalam proses perkuliahan sangat diperlukan sehingga perlu dilakukan untuk penelitian untuk melihat prosentase keberhasilan dan perbandingannya dalam sebuah penelitian tindakan kelas terkait dengan metode pembelajaran yang terintegrasi TIK.
Analisis data di tampilkan dalam bentuk tabel nilai setelah dilakukan pengambilan data. Proses analisa yang digunakan adalah kuantitatif, jadi dengan melihat nilai hasil belajar serta nilai rata-ratanya kemudian menghitung tingkat ketuntasannya dalam bentuk prosentase dimana dibandingkan dengan nilai kemampuan awal mahasiswa pada semester sebelumnya. Demikian juga untuk hasil penskoran observasi kemampuan pemecahan masalah, data-data yang diperoleh dibuat dalam tabulasi, dilakukan penilaian dan dihitung persentase skornya. Secara kualitatif, dari hasil pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran dideskripsikan untuk memberikan gambaran secara jelas.
1) Prestasi Mahasiswa
Hasil Analisa data pada siklus I materi matematika terapan 2 materi turunan, dari hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata 66,88 dengan prosentase ketuntasan 56% ini menunjukkan belum tercapai target yang telah ditentukan, jadi nilai minimal adalah 70 dan ketuntasan hasil belajar 85%. Dari hasil refleksi disimpulkan terdapat beberapa kesulitan yang dihadadpi oleh mahasiswa terkait evaluasi dalam bentuk soal penyelesaian turunan dengan definisi, dan soal turunan tingkat tinggi. Sehingga belum mencapai ketuntasan dan dilanjutkan siklus II dengan koordinasi dengan observer dosen dan memberlakukan media pembelajaran dengan teknologi informasi dan komunikasi dengan sofwere komputasi dan web lebih dominan.
Pada siklus II setelah dilakukan proses pembelajaran mahasiswa diberikan lembar kerja berisi soal – soal integral yang diselesaikan dengan cara kelompok dan individu, dimana di harapkan dengan peningkatan kemampuan mahasiswa di level kelompok nanti pada gilirannya dapat meningkatkan kemampuan individu masing – masing. Dan setelah dilakukan evaluasi pada siklus 2 diperoleh rata – rata nilai mahasiswa adalah 78,27 dengan prosentase ketuntasan 100%. Hal ini menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar adalah 78,54 % dengan peningkatan rata – rata 17,03%.
2) Aktifitas Mahasiswa
Pada aktifitas belajar mahasiswa dari siklus pertsama dan II mengalami perubahan semakin baik, dapat dilihat pada siklus pertama dari 36% pada siklus pertama meningkat menjadi 84% pada siklus II dan dapat ditarik kesimpulan mahasiswa aktif dalam proses pembelajaran. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam proses peningkatan aktifitas mahasiswa dimana komponen tersebut karena inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti yaitu pada problem based learning dengan melihat hasil analisa aktifitas mahasiswa mampu meningkatkan kualitas aktifitas mahasiswa serta mempermudah dosen memberdayakan mahasiswa, mengetahui perbedaaan karakter mahasiswa, sehingga membuat suasana belajar kreatif, aktif dan menyenangkan, hal ini menjadi faktor utama dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Dengan adanya lembar kerja yang mengarahkan pada aplikasi mata kuliah matematika terapan 2 dalam kehidupan sehari – hari menjadi salah satu hal penting dalam memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan rasa keingintahuan mereka dan sikap kritis mereka(Qurohman, 2017b). Kesadaran dalam menciptkan kelompok – kelompok belajar yang dibarengi dengan pemberian tugas dengan tujuan untuk mengkontruksi pemahaman mahasiswa terkait dengan matakuliah matematika terapan 2 dengan materi turunan dan integral. Kemudian pada tahap berikutnya mahasiswa akan berusaha mencapai tujuan belajar, mereka menggunakan pengalaman dan pengetahuan untuk membangun pengalaman yang dinamis. Kemampuan dosen dalam mengaitkan materi perkulihan dengan kehidupan nyata secara konstektual membantu mahasiswa untuk memahami matakuliah yang sedang dipelajarinya (Qurohman, 2017a).
3) Minat Mahasiswa
Dengan diterapkan metode inovasi pembelajaran problem based learning terintegrasi teknologi komunikasi dan informasi (TIK) pada matakuliah matematika terapan 2, terlihat terdapat peningkatan minat. Hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya motivasi, lingkungan, pengalaman, pemahaman dan faktor dari Dosen itu sendiri, melalui penerapan pembelajaran problem based learning terintegrasi TIK mahasiswa merasakan setiap evaluasi dan pengalaman belajar sangat berharga, dan mereka benar – benar mengalaminya sendiri. Hal ini sesuai dengan komponen utama dari inovasi pembelajaran problem based learning dimana penilaian mengukur semua aspek pembelajaran seperti : kinerja, proses dan produk yang dikerjakan selama proses pembelajaran berlangsung (Baharun & Adhimiy, 2018). Serta tugas – tugas yang diberikan mahasiswa dengan selalu mengedepankan pengalaman kehidupan sehari – hari yang selalu dikaitkan dengan mata pelajaran/matakuliah(Yadav, Subedi, Lundeberg, & Bunting, 2011).
Secara umum peningkatan prestasi mahasiswa pada matakuliah matematika terapan 2 ini diikuti dengan peningkatan aktifitas dan minat mahasiswa. Sehingga dengan menerapkan pembelajaran problem based learning dalam matakuliah matematika terapan 2 dapat mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dan melibatkan segenap kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa, sehingga pemhaman konsep dapat dapat diterima dengan baik. Dengan demikian pembelajaran Problem based learning terintegrasi TIK dapat diterapkan dan efektif pada matakuliah matematika terapan 2.
Terdapat beberapa penelitian sebelumnya terkait dengan inovasi model pembelajaran yang dilakukan oleh para peneliti. (Masitoh & Fitriyani, 2018) melakukan penelitian terkait yaitu Pengaruh Pembelajaran Problem Based Learning pada mahasiswa Program Studi Teknik Mesin. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa keuntungan belajar mahasiswa dari PBL dua kali lipat dari pelajaran konvensional.
Penelitian terkait juga menyimpulkan bahwa multiple intelligences matematis logis memberikan prestasi belajar sama baiknya dengan kategori multiple intelligences interpersonal pada peserta didik yang menggunakan model pembelajaran PBL (Fatimah, 2012). Artinya selain prestasi belajar juga dapat mendapat pengaruh yang baik ketika diberikan penerapan model pembelajaran PBL sama halnya dalam penelitian ini PBL dengan bantuan TIK dapat memberikan dampak yang baik terhadap peningkatan minat dan aktvitas belajar, yang secara tidak langsung dapat meningkatkan hasil belajar.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan inovasi pembelajaran problem based learning yang terintegrasi dengan teknologi komunikasi dan informasi pada matakuliah matematika terapan 2 pada mahasiswa semester 2 politeknik harapan Bersama tegal tahun akademik 2017/2018 semester genap sebagai berikut : (1) Hasil sebaran kuisioner minat mahasiswa pada pembelajaran PBL terintegrasi TIK setelah diberi perlakuan dengan prosentase awal yang sebesar 22,87 % meningkat menjadi 89,00 % pada siklus II ; (2) Meningkatkan aktifitas belajar mahasiswa, hal ini dapat dilihat dari prosentase aktifitas mahasiswa di siklus I dengan tingkat prosentase 64 % tergolong cukup aktif, dan pada siklus II sebesar 76 % yang masukl kategori aktif; (3) Meningkatkan prestasi, aktifitas, dan minat belajar mahasiswa yang terlihat dari perolehan nilai rata – rata mahasiswa pada siklus I sebesar 66,88 dan dengan ketuntasan belajar mahasiswa 56%. Nilai rata – rata mahasiswa di siklus II sebesar 78,27 dan ketuntasan belajar mahasiswa adalah 100%.
Referensi
Akhmadi, A.N., Qurohman, M.T. and Syarifudin, S., 2017. Peningkatan Kompetensi Auto CAD Bagi Siswa SMK Ma’arif NU Talang Kabupaten Tegal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming, 1(1).
Baharun, H. and Adhimiy, S., 2018. Curriculum Development Through Creative Lesson Plan. Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan, 16(1), pp.41-62.
Fatimah, F., 2012. Kemampuan komunikasi matematis dan pemecahan masalah melalui problem based-learning. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 16(1), pp.249-259.
Fitriyadi, H., 2012. Keterampilan TIK Guru Produktif SMK di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Implementasinya dalam Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Vokasi, 2(2).
Hardhono, A.P., 2002. Potensi teknologi komunikasi dan informasi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh di Indonesia. dalam Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, 3(1).
Ismaniati, C., 2010. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Masitoh, L.F. and Fitriyani, H., 2018. Improving students’ mathematics self-efficacy through problem based learning. Malikussaleh Journal of Mathematics Learning (MJML), 1(1), pp.26-30.
Muhson, A., 2009. Peningkatan Minat Belajar dan Pemahaman Mahasiswa Melalui Penerapan Problem-Based Learning. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 39(2).
Nasir, A.M. and Hasmar, D.H., 2018. Relation between student’s perceptions to the statistics lecturer in learning process with statistics achievement. Malikussaleh Journal of Mathematics Learning (MJML), 1(1), pp.9-12.
Nuraeni, N., Fitrajaya, A. and Setiawan, W., 2010. Efektivitas penerapan model pembelajaran generatif untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi. Makalah. Bandung: UPI-Bandung.
Qurohman, M.T., 2017. Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Kalkulus Lanjut Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Co-Op Co-Op. Cakrawala: Jurnal Pendidikan, 11(1), pp.32-37.
Romadhon, S.A. and Qurohman, M.T., 2017. The Advantages of Youtube to Enhance Student’s Vocabulary In Mechanical Engineering Classroom. Wiralodra English Journal, 1(1), pp.14-20.
Sariningsih, R. and Purwasih, R., 2017. Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Dan Self Efficacy Mahasiswa Calon Guru. JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika), 1(1), pp.163-177.
Wulandari, N. and Damris, M., 2011. Pengaruh Problem Based Learning dan Kemampuan Berpikir Kritis Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa. Jurnal Tekno-Pedagogi, 1(1).
Yadav, A., Subedi, D., Lundeberg, M.A. and Bunting, C.F., 2011. Problem‐based learning: Influence on students' learning in an electrical engineering course. Journal of Engineering Education, 100(2), pp.253-280.

Monday, December 19, 2022

ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 PADA BIDANG MATEMATIKA

Saat ini kalau kita perhatikan bersama pada proses pembelajaran khususnya bidang matematika bagi dosen, dengan melihat respon mahasiswa di penelitian yang dilakukan di beberapa sampel perguruan tinggi masih ditemukan khususnya pada pembelajaran dikelas cenderung masing kurang inovasi sehingga kurang menarik minat mahasiswa dalam belajar. Hal ini dapat dilihat dengan desain pembelajaran matematika yang masing kurang update dan terkesan masih konvensional. Jadi pada proses pembelajaran masih diperlukan inovasi pemodelan yang modern dan efektif serta aktivitas eksperimental. Sehingga pada proses pembelajaran matematika khususnya pada pembelajaran dikelas perlu penggunaan teknologi. Sehingga dengan penggunaan teknologi pada proses pembelajaran diharapkan mahasiswa mampu membangun pengetahuan matematika mereka sendiri.


Dan saat ini Revolusi Industri 4.0 semua mahasiswa yang memperoleh pembelajaran matematika harapannya adalah mampu menguasai dan beradaptasi dengan berbagai gaya pembelajaran dan model pembelajaran. Lulusan khususnya yang fokus pada matematika murni maupun pendidikan matematika, diharapkan mulai membangun konsep khususnya yang nantinya akan menjadi guru. Guru matematika seharusnya dapat menggunakan media sebagai alat memperkaya pengetahuan mereka dan menarik minat siswa untuk belajar. Dan guru yang penuh inovasi sangat dibutuhkan pengetahuan yang luas dan berpikir lintas disiplin ilmu untuk menyesuikan dengan era revolusi indrustri 4.0 saat ini.

Informasi PMB Politeknik Harapan Bersama, Kesempatan PMDK 2023

A. Kesempatan Jalur PMDK (November-Desember 2023) Syarat sebagai berikut : a. Mendaftar menggunakan rapor semester 1 s.d 4 b. Tanpa tes c. G...